Langsung ke konten utama

Microsoft: Hati-Hati, Agen AI Bisa Jadi Ancaman Internal Perusahaan

Microsoft: Hati-Hati, Agen AI Bisa Jadi Ancaman Internal Perusahaan

Microsoft memperingatkan perusahaan agar tidak sepenuhnya memercayai agen artificial intelligence (AI) yang bekerja secara mandiri.

Meski bisa meningkatkan produktivitas, teknologi ini berpotensi menimbulkan risiko keamanan ketika diberi akses ke data dan sistem internal.

Dikutip dari TechCrunch, Selasa , Executive Vice President Microsoft Security, Hayete Gallot, menyatakan, “Sayangnya, model-model AI terdepan, dari mana pun asalnya, tidak dapat dipercaya.”

Pernyataan itu bukan berarti semua model AI bersifat jahat atau mudah diretas. Menurut Gallot, masalahnya terletak pada perilaku AI yang sulit diprediksi dan belum tentu mengikuti norma maupun pertimbangan yang berlaku di perusahaan.

Microsoft menilai agen AI berpotensi menjadi ancaman dari dalam organisasi, mirip karyawan yang menyalahgunakan akses atau kewenangannya. Dalam keamanan siber, risiko seperti ini dikenal sebagai insider threat.

Agen AI kini bisa mengakses berbagai data, perangkat, dan sistem untuk menyelesaikan tugas. Jika kewenangannya terlalu luas, kesalahan atau keputusan yang menyimpang dari tujuan perusahaan dapat menimbulkan dampak serius.

Model AI juga belum tentu memahami aturan dan pertimbangan yang berlaku di setiap organisasi.

Sistem ini bahkan bisa berinteraksi dengan agen lain untuk menjalankan tugas, sehingga pengawasan perlu mencakup aktivitas dan akses yang dimiliki masing-masing agen.

Untuk mengatasi risiko itu, Microsoft memperkenalkan Guardian Agents, fitur keamanan yang dirancang untuk memantau aktivitas agen AI.

Fitur ini merupakan bagian dari Project Perception, sistem yang dikembangkan Microsoft untuk membantu perusahaan menghadapi ancaman berbasis AI.

Microsoft juga menambahkan kemampuan mendeteksi agen AI ke Microsoft Defender. Fitur tersebut bisa mengenali hingga 60 jenis agen yang digunakan karyawan, termasuk Claude Code, Codex, dan OpenClaw.

Guardian Agents dirancang untuk mengawasi aktivitas agen AI dan membantu membatasi tindakan yang dinilai berisiko.

Microsoft juga mengembangkan mekanisme untuk mengatur akses ke data dan sistem, menyesuaikan izin berdasarkan tugas, serta meminta persetujuan manusia saat diperlukan.

Microsoft turut menjadi anggota awal Open Agent Safety Platform milik Nvidia. Platform ini dirancang untuk menjalankan agen dalam lingkungan yang lebih aman, memantau aktivitasnya, dan menghentikan tindakan berbahaya.

Meski demikian, langkah Microsoft juga memiliki kepentingan bisnis. Perusahaan tersebut memiliki hubungan investasi dengan OpenAI dan Anthropic, sekaligus menawarkan produk keamanan untuk mengawasi agen AI dari berbagai pengembang.

Pendekatan ini menegaskan bahwa tanggung jawab keamanan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pembuat model AI.

Perusahaan perlu memiliki sistem pengawasan sendiri agar aktivitas agen tetap terkendali, terutama saat teknologi tersebut mengakses informasi sensitif dan menjalankan proses penting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kecepatan Internet Indonesia Ditargetkan 100 Mbps pada 2029

Pemerintah menargetkan kecepatan internet mencapai 100 Mbps pada 2029. Target ini akan diimbangi dengan pemerataan jangkauan layanan di seluruh Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengatakan, rata-rata kecepatan internet seluler di Indonesia saat ini mencapai 84 Mbps, sedangkan jaringan tetap (fixed broadband) rata-rata mencapai 67 Mbps. Pada 2029, kecepatan jaringan tetap ditargetkan mencapai 100 Mbps. "Jadi, artinya konektivitas ini harus diikuti oleh kualitas yang lebih baik, khususnya dari sisi kecepatan dan juga inklusivitas," ujar Meutya dalam rangkaian pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Bali, Selasa . Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah merancang berbagai langkah, di antaranya melalui pemanfaatan frekuensi 1,4 GHz, penggunaan teknologi baru fixed wireless access (FWA), serta pemanfaatan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Meutya mengungkapkan, peningkatan kecepatan internet harus diimbangi dengan pemerataan akses internet di ...

Harga ASUS ProArt P14 dan P16 di Indonesia Beserta Spesifikasinya

ASUS resmi memperkenalkan laptop kreator profesional ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia. Kedua perangkat ini dirancang untuk mendukung pekerjaan kreatif, mulai dari penyuntingan foto dan video hingga pengolahan Artificial Intelligence (AI) secara lokal. Melalui seri ProArt terbaru, ASUS menggabungkan layar berakurasi warna tinggi, performa komputasi untuk kebutuhan kreatif, serta desain yang mendukung mobilitas pengguna. Perusahaan juga menyoroti kemampuan kedua laptop dalam menjalankan beragam aplikasi kreatif dan alur kerja berbasis AI. Technical Public Relations ASUS Indonesia Adrian Pradipta, mengatakan kedua laptop ini dirancang untuk membantu kreator menjalankan AI secara lokal. “Jadi, udah siap untuk kita pakai ngolah AI secara lokal,” ucap Adrian, Selasa , di Jakarta. ASUS ProArt P14 hadir dengan layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED berukuran 14 inci dan resolusi 3K. Panelnya mendukung refresh rate hingga 120Hz. Laptop tersebut memiliki bobot sekitar 1,4 k...

Spesifikasi dan Harga Vivo V80 Lite 5G di Indonesia, Punya Baterai 10.000 mAh

Vivo secara resmi menghadirkan vivo V80 Lite 5G di Indonesia pada dengan mengusung inovasi daya tahan baterai jumbo guna memenuhi kebutuhan pengguna bermobilitas tinggi. Head of Product vivo & iQOO, Calvin Nobel, mengungkapkan meskipun perangkat ini dibekali baterai berkapasitas raksasa 10.000 mAh, namun desain tetap dirancang rapi dan tipis. "Baterai besar itu penting, dan kita juga bisa mengemasnya ke dalam bodi yang tergolong rapi untuk kelasnya,” kata Calvin dalam acara vivo V80 Lite 5G Media First Preview di Jakarta, Selasa malam. Calvin menjelaskan pencapaian ini terwujud berkat teknologi BlueVolt Battery. Teknologi ini mampu memangkas ukuran keseluruhan baterai hingga 46 persen, sehingga ketebalan bodi hanya menjadi 8,65 mm. Selain itu, keunggulan lainnya yaitu daya baterai vivo V80 Lite 5G ini telah mengantongi sertifikasi rekor dunia Guinness World Records untuk pengujian battery endurance selama 32 jam penggunaan nonstop. Ditambah lagi, Calvin menjelaskan perangkat ...