Microsoft memperingatkan perusahaan agar tidak sepenuhnya memercayai agen artificial intelligence (AI) yang bekerja secara mandiri. Meski bisa meningkatkan produktivitas, teknologi ini berpotensi menimbulkan risiko keamanan ketika diberi akses ke data dan sistem internal. Dikutip dari TechCrunch, Selasa , Executive Vice President Microsoft Security, Hayete Gallot, menyatakan, “Sayangnya, model-model AI terdepan, dari mana pun asalnya, tidak dapat dipercaya.” Pernyataan itu bukan berarti semua model AI bersifat jahat atau mudah diretas. Menurut Gallot, masalahnya terletak pada perilaku AI yang sulit diprediksi dan belum tentu mengikuti norma maupun pertimbangan yang berlaku di perusahaan. Microsoft menilai agen AI berpotensi menjadi ancaman dari dalam organisasi, mirip karyawan yang menyalahgunakan akses atau kewenangannya. Dalam keamanan siber, risiko seperti ini dikenal sebagai insider threat. Agen AI kini bisa mengakses berbagai data, perangkat, dan sistem untuk menyelesaikan tugas....
Vivo secara resmi menghadirkan vivo V80 Lite 5G di Indonesia pada dengan mengusung inovasi daya tahan baterai jumbo guna memenuhi kebutuhan pengguna bermobilitas tinggi. Head of Product vivo & iQOO, Calvin Nobel, mengungkapkan meskipun perangkat ini dibekali baterai berkapasitas raksasa 10.000 mAh, namun desain tetap dirancang rapi dan tipis. "Baterai besar itu penting, dan kita juga bisa mengemasnya ke dalam bodi yang tergolong rapi untuk kelasnya,” kata Calvin dalam acara vivo V80 Lite 5G Media First Preview di Jakarta, Selasa malam. Calvin menjelaskan pencapaian ini terwujud berkat teknologi BlueVolt Battery. Teknologi ini mampu memangkas ukuran keseluruhan baterai hingga 46 persen, sehingga ketebalan bodi hanya menjadi 8,65 mm. Selain itu, keunggulan lainnya yaitu daya baterai vivo V80 Lite 5G ini telah mengantongi sertifikasi rekor dunia Guinness World Records untuk pengujian battery endurance selama 32 jam penggunaan nonstop. Ditambah lagi, Calvin menjelaskan perangkat ...