:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415020/original/026751200_1763357003-Depositphotos_27639727_L.jpg)
Hati-hati saat kamu berbelanja online, sebagaimana penipu kini dapat memanfaatkan AI untuk menguras kantong konsumen.
Dilaporkan BBC, Rabu , Otoritas Perlindungan Konsumen National Trading Standards mengimbau publik agar ekstra waspada terhadap gelombang kejahatan berbasis AI yang kian realistis dan sulit dideteksi.
Di Inggris sendiri, beberapa penipu akan membuat situs web yang menyamar sebagai toko milik keluarga, mengklaim menjual produk berkualitas.
Jika kamu memesan barang dari situs web palsu itu, barang tersebut tidak akan pernah sampai atau kamu justru akan menerima produk murah tidak sesuai klaim.
Penipu kini marak menggunakan gambar berbasis AI serta teknologi kloning suara dan video deepfake agar konsumen menyerahkan uang mereka.
Dalam daftar pantauan terbarunya, lembaga tersebut membeberkan sejumlah modus penipuan yang kerap digunakan para pelaku penipuan digital.
Berikut beberapa trik yang digunakan penipu untuk mengelabui konsumen.
Sejumlah teknik penipuan lama mungkin tidak efektif karena adanya AI. Menurut kelompok konsumen Which?, mengecek kesalahan ketik kini tak lagi efektif untuk mengenali penipuan. Berikut cara menghindarinya.
Secara umum, disarankan untuk berhenti sejenak dan berpikir jernih sebelum melakukan pembayaran atau membagikan data pribadi. Kamu harus waspada jika ada kesan desakan, karena pelaku kejahatan ingin kamu bertindak tanpa berpikir kritis.
Komentar
Posting Komentar